Sanad juga dikenal dengan istilah mata rantai hadits, setidaknya sebuah hadits shahih harus memiliki 6 rawi dalam sanadnya yaitu Nabi, sahabat Nabi, tabi'in, tabiut tabi'in, ittiba tabiut tabi'in, dan terakhir di ahli hadits yang akan menyebar luaskan hasilnya kepada umat Islam.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sanad diartikan sebagai rentetan rawi hadis sampai kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Sedangkan para ulama hadis sendiri memberikan definisi sebagai berikut : sanad adalah rantai urutan perawi yang menyampaikan kepada redaksi suatu ucapan.
Dalam bidang ilmu hadits, sanad itu merupakan neraca untuk menimbang sahih atau tidaknya suatu hadis. Andaikata salah seorang dalam sanad-sanad itu ada yang fasik atau yang tertuduh dusta, maka daiflah hadis itu, hingga tidak dapat dijadikan hujah untuk menetapkan suatu hukum. Matan (Matnul) Hadis.
Sanad adalah silsilah atau kumpulan rawi dari sahabat hingga orang terakhir yang meriwayatkannya. Mukharrij adalah rawi terakhir yang menuliskan riwayat yang ia dapat dalam sebuah catatan/karya pribadinya. Shiyaghul ada' adalah redaksi yang dipakai oleh seorang rawi dalam meriwayatkan sebuah hadits.Keutamaan Dzikir. Imam Hasan Al-Bashri, Anak Seorang Budak yang Jadi Ulama Besar. Fase Kehidupan Nabi Isa Allaihisalam. Berperang maksudnya, perang argumentasi, mengkritik orang yang menyampaikan kabar bohong dan membela agama ini dari kepalsuan. Abdullah bin al-Mubarak (ulama tabi' at-tabi'in) rahimahullah mengatakan, "Sanad itu bagian dari agama.
Elemen-elemen tersebut sangat penting dipelajari untuk mengetahui apakah suatu hadis dapat dikategorikan shahih, hasan, dhaif, atau palsu. Misalnya, silsilah sanad digunakan untuk membuktikan apakah silsilah sebuah berita dapat bersambung ke Nabi Muhammad SAW atau terputus menjadi penting untuk keabsahan hadis yang dimaksud.